Minggu, 07 Juni 2015

MAKALAH PREEKLAMSI RINGAN



1.      Latar Belakang
Setiap tahun diperkirakan 529.000 wanita di dunia meninggal sebagai akibat komplikasi yang timbul dari kehamilan dan persalinan, sehingga diperkirakan terdapat angka kematian maternal sebesar 400 per 100.000 kelahiran hidup (estimasi kematian maternal dari WHO/ UNICEF/ UNFPA tahun 2011). Hal ini memiliki arti bahwa satu orang wanita di belahan dunia akan meninggal setiap menitnya.
Di indonesia, masalah kematian dan kesakitan ibu merupakan masalah besar. Pada tahun 2006, angka kematian ibu (AKI) masih menduduki urutan tertinggi di negara ASEAN yaitu 307/100.000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian bayi (AKB) sebesar 37/1000 kelahiran hidup (Depkes, 2007). Pada tahun 2006 angka kematian ibu (AKI) masih menduduki urutan ke 4 dari bawah ASEAN setelah Negara Kamboja , Myanmar dan Laos. Penyebab langsung kematian ibu di Indonesia, seperti halnya di Negara lain adalah perdarahan, infeksi dan eklamsi.sedangkan angka kematian bayi (AKB) masih tergolong tinggi dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN yaitu 24/1000 kelahiran hidup, Malaysia 10/1000 kelahiran hidup dan Singapura 3/100kelahiranhidup,(http:/metrotvnews.com/indeex/metromain/news/2010/02/23/1141/ capaian-mdgs-terkendala-kasus-kematian-ibu).
Bandung, Jawa Barat menempati urutan ke tiga provinsi, dengan angka kematian ibu (AKI) melahirkan terburuk  di Indonesia. Dari setiap 100.000 kelahiran hidup, ada 343 ibu yang meninggal. Angka kematian bayi baru lahir di Jawa Barat adalah 43 dari 1000 kelahiran hidup. Ada pun AKI di Kabupaten Bekasi pada tahun 2008 sebanyak 25 kasus dan tahun 2009 sebanyak 23 kasus, terjadi penurunan pada tahun 2009.
Salah satu penyebab kematian ibu di atas telah di uraikan bahwa di sebabkan oleh komplikasi persalinan dengan preeklamsi ringan merupakan salah satu kehamilan yang beresiko tinggi, dimana dapat terjadi komplikasi pada ibu dan janin.

A.    Pengertian Preeklamsi Ringan
Preeklamsi adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, proteinuria dan edema yang timbul karena kehamilan. Penyakit ini umumnya terjadi dalam triwulan ke 3 pada kehamilan, tetapi dapat terjadi sebelumnya misalnya pada mola hidatidosa (Ilmu kebidanan, 2008).
Preeklamsi adalah kumpulan gejala yang timbul pada ibu hamil, bersalin dan dalam masa nifas yang terdiri dari hipertensi, proteinuria dan edema, ibu tersebut tidak menunjukan tanda- tanda kelainan vascular atau hipertensi sebelumnya (Muchtar R., 1998)
Preeklamsi ringan adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan  edema setelah umur kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan (Ilmu Kebidanan Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiharjo, Fak UI Jakarta, 1998).
B.     Etiologi
Penyebab preeklamsi dan eklamsi secara pasti belum di ketahui. Teori yang banyak di kemukakan sebagai penyebabnya adalah iskemia plasenta atau kurangnya sirkulasi O2 ke plasenta.
·         Faktor predisposisi atau terjadinya preeklamsia dan eklampsia, antara   lain:
1.      Usia ekstrim ( 35 th)
Resiko terjadinya Preeklampsia meningkat seiring dengan peningkatan usia (peningkatan resiko 1,3 per 5 tahun peningkatan usia) dan dengan interval antar kehamilan (1,5 per 5 tahun interval antara kehamilan pertama dan kedua). Resiko terjadinya Preeklampsia pada wanita usia belasan terutama adalah karena lebih singkatnya. Sedang pada wanita usia lanjut terutama karena makin tua usia makin berkurang kemampuannya dalam mengatasi terjadinya respon inflamasi sistemik dan stress regangan hemodinamik.
2.      Riwayat Preeklampsia pada kehamilan sebelumnya
riwayat Preeklampsia pada kehamilan sebelumnya memberikan resiko sebesar 13,1 % untuk terjadinya Preeklampsia pada kehamilan kedua dengan partner yang sama.
3.      Riwayat keluarga yang mengalami Preeklampsia
eklampsia dan Preeklampsia memiliki kecenderungan untuk diturunkan secara familial.
4.      Penyakit yang mendasari yaitu:
a.       Hipertensi kronis dan penyakit ginjal
b.      Obesitas,resistensi insulin dan diabetes
c.       Gangguan thrombofilik
d.      Faktor eksogen: Merokok, Stress, tekanan psikososial yang berhubungan dengan pekerjaan, latihan fisik,Infeksi saluran kemih.

C.     Klasifikasi  Preeklamsi Meliputi:
1.      Preeklamsi ringan
Tekanan darah sistolik 140 atau kenaikan 30 mm Hg dengan interval pemeriksaan 6 Jam dan diastoliknya 90-110 mm Hg 2 pengukuran berjarak 4 jam dan tanda lain proteinuria ++
2.      Preeklamsi Berat
Tekanan diastoliknya > 110 mmHg  pada kehamilan > 20 minggu dan tanda lain proteinuria +++, oliguria, pandangan kabur nyeri abdoment dan edema paru
3.      Eklamsi
Kejang, tekanan diastolik > 90 mmHg pada kehamilan > 20 minggu proteinuria > ++ , koma dan gejalanya sama denga preeklamsi berat
D.    Patofisiologi
Pre-eklamsi ringan jarang sekali menyebabkan kematian ibu. Oleh karena   itu, sebagian besar pemeriksaaan anatomik patologik berasal dari penderita eklampsi yang meninggal. Pada penyelidikan akhir-akhir ini dengan biopsi hati dan ginjal ternyata bahwa perubahan anatomi-patologik pada alat-alat itu pada pre-eklamsi tidak banyak berbeda dari pada ditemukakan pada eklamsi. Perlu dikemukakan disini bahwa tidak ada perubahan histopatologik khas pada pre-eklamsi dan eklamsi. Perdarahan, infark, nerkosis ditemukan dalam berbagai alat tubuh.
E.     Gambaran klinik preeklamsi
1.      Gejala subjektif
Pada Preeklampsia didapatkan sakit kepala di daerah frontal, skotoma, diplopia, penglihatan kabur, nyeri  di daerah epigastrium, mual atau muntah-muntah karena perdarahan subkapsuer spasme areriol. Gejala-gejala ini sering ditemukan pada Preeklampsia yang meningkat dan merupakan petunjuk bahwa eklamsia akan timbul. Tekanan darahpun akan meningkat lebih tinggi, edema dan proteinuria bertambah meningkat.
2.      Pemeriksaan Fisik
Pada pemeriksaan fisik yang dapat ditemukan meliputi; peningkatan tekanan sistolik 30 mmHg dan diastolic 15 mmHg atau tekanan darah meningkat lebih dari 140/90 mmHg. Tekanan darah pada Preeklampsia berat meningkat lebih dari 160/110 mmHg dan disertai kerusakan beberapa organ. Selain itu kita juga akan menemukan takikarda, takipnu, edema paru, perubahan kesadaran, hipertensi ensefalopati, hiperefleksia, perdarahan otak.
F.      Terapy untuk preeklamsia ringan
1.      Istirahat total ( bed-rest )
Menyarankan untuk berbaring pada sisi kiri saat beristirahat.hal ini akan meningkatkan aliran darah dan mengurangi beban pembuluh darah besar.
2.      Pemeriksaan hamil
Bila terjadi perubahan perasaan dan gerak janin dalam rahim segera datang ketempat pemeriksaan dan sering melakukan pemeriksaan sebelum kelahiran. Tujuan kunjungan adalah deteksi dini sehingga tidak perlu dirawat dan kondisi ibu-anak baik pada akhirnya.
3.      Mengurangi makan garam apabila berat badan bertambah atau edema.
4.      Minum 8 gelas air per hari
5.      Mencegah kenaikan peningkatan tekanan darah (berlanjut menjadi pre eklampsi berat),dengan memberikan obat Nefidipin 1 tablet sublingual 500 ml grm  Sedativa ringan : Phenobarbital 3 x30mg.
G.    Cara mencegah preeklamsia
Sampai saat ini, tidak ada cara pasti untuk mencegah preeklamsia. Ada faktor-faktor yang dapat penyebab terjadinya tekanan darah tinggi yang dapat dikontrol, ada juga yang tidak. Ikuti instruksi dokter mengenai diet dan olahraga diantaranya:
1)      Gunakan sedikit garam atau sama sekali tanpa garam pada makanan anda.
2)      Minum 6-8 gelas air sehari.
3)      Jangan banyak makan makanan yang digoreng dan junkfood.
4)      Olahraga yang cukup Angkat kaki beberapa kali dalam sehari.
5)      Hindari minum alcohol.
6)      Hindari minuman yang mengandung kafein Dokter mungkin akan menyarankan untuk minum obat dan makan suplemen tambahan.
H.    Ksimpulan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar